HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN ADHERENCE MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN KALIJAGA CIREBON
DOI:
https://doi.org/10.51997/ezzrct60Abstract
Hipertensi didefinisikan sebagai kondisi meningkatnya tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg pada dua kali pengukuran dalam keadaan istirahat, sesuai pedoman World Health Organization (WHO, 2021). Provinsi Jawa Barat memiliki prevalensi yang tinggi, termasuk di Kota Cirebon dengan 2.319 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan, tingkat adherence, hubungan tingkat pengetahuan dengan adherence, serta hubungan faktor sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan dan adherence minum obat antihipertensi pada lansia di Kelurahan Kalijaga, Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bersifat korelasi dengan menggunakan rancangan cross-sectional yang melibatkan 32 lansia. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pengetahuan hipertensi yang tervalidasi, terdiri dari 15 item, dengan kategori skor rendah (<56%), sedang (56-75%), dan tinggi (>75%). Pengukuran tingkat adherence minum obat diukur menggunakan instrument Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) yang diklarifikasikan menjadi 3 kategori, yaitu kategori rendah, sedang, dan tinggi. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori sedang, namun tingkat adherence minum obat masuk dalam kategori rendah. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan adherence minum obat antihipertensi (χ², p < 0,001; OR= 48,75). Selain itu, tingkat pendidikan juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan adherence minum obat (p = 0,046). Namun, penelitian ini masih memiliki keterbatasan berupa jumlah sampel yang relative kecil, desain cross-sectional, serta penggunaan instrument self-report. Hasil penelitian mengindikasikan perlunya intervensi edukasi yang lebih terstruktur dan pemantauan minum obat untuk meningkatkan adherence pada lansia hipertensi.
Downloads
References
Apriliyani, W., & Ramatillah, D. L. (2019). Adherence level evaluation of the use of antihypertension in hypertension patients using MMAS 8 questionnaire in Penang, Malaysia. Social Clinical Pharmacy Indonesia Journal, 4(3).
Arrang, S. T., Veronica, N., & Notario, D. (2023). Hubungan tingkat pengetahuan dan faktor lainnya dengan tingkat adherence pasien hipertensi di RSAL Dr. Mintohardjo Jakarta (Skripsi). Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Hasil utama Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Cahyati, N. A. D. P. (2021). Hubungan tingkat pengetahuan terhadap adherence pengobatan pada pasien hipertensi di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Dinas Kesehatan Kota Cirebon. (2022). Cirebon Satu Data. Dinas Kesehatan Kota Cirebon.
Hasibuan, N. E. A. (2022). Hubungan pengetahuan dengan adherence minum obat antihipertensi pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Batunadua tahun 2022 (Skripsi, Fakultas Kesehatan). Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan.
Indriana, N., Swandari, M. T. K., & Pertiwi, Y. (2020). Hubungan tingkat pengetahuan dengan adherence minum obat pada pasien hipertensi di Rumah Sakit X Cilacap. Journal of Pharmacy, UMUS, 2(1), 1–10.
Lumowa, G. F. (2020). Gambaran penderita hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Karangjati Kabupaten Ngawi (Skripsi). STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun.
Nurhidayati, I., Aniswari, A. Y., Sulistyowati, A. D., & Sutaryono, S. (2018). Penderita hipertensi dewasa lebih patuh daripada lansia dalam minum obat penurun tekanan darah. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 13(2), 1–5.
Nursalam. (2017). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis. Salemba Medika.
Nuryati. (2017). Farmakologi. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan.
Riskesdas Indonesia. 2018. Laporan Provinsi Jawa Barat, Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Peneitian dan Pengembangan Kesehatan.
Sinuraya, R. K., Destiani, D. P., Puspitasari, I. M., & Diantini, A. (2018). Pengukuran Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Kota Bandung. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 7(2).
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
World Health Organization. (2021). Hypertension. WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dwi Meiria Andriswana, Ahmad Azrul Zuniarto, Yenny Sri Wahyuni, Apriyadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.