PEMBUATAN MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI MENGGUNAKAN TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lamk) UNTUK PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus

Authors

  • Eti Haryati Universitas YPIB Majalengka Author
  • Siti Pandanwangi TW Universitas YPIB Majalengka Author
  • Esra Reinanda Nabila Author
  • Nurpatmawati Universitas YPIB Majalengka Author

Keywords:

Biji Nangka, media pertumbuhan, Staphylococcus aureus

Abstract

Protein dan karbohidrat merupakan komponen penting dalam media pertumbuhan bakteri. Tepung biji nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) memiliki kandungan protein dan karbohidrat yang diperlukan oleh bakteri Staphylococcus aureus untuk tumbuh dan berkembang biak. Tujuan penelitian ini untuk menentukan berat tepung biji nangka yang
paling baik sebagai media pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.

Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan media tepung biji nangka berat 2 gram, 2,5 gram dan 3 gram ditambah aquadest dan agar rose serta nutrient agar sebagai kontrol positif, dengan bakteri pengenceran 10-4, 10-5 dan 10-6. Data statistik menggunakan analisis varians satu arah (ANOVA) dan uji post hoc-LSD.

Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan koloni bakteri Staphylococcus aureus dengan media tepung biji nangka pada berat 2 gram dengan pengenceran 10-4, 10-5 dan 10- 6 adalah 260 koloni, 190 koloni, dan 130 koloni. Pada berat 2,5 gram dengan pengenceran 10-4, 10-5 dan 10-6 adalah 290 koloni, 109 koloni, 169 koloni. Pada berat 3 gram dengan pengenceran 10-4, 10-5 dan 10-6 adalah 315 koloni, 268 koloni, 183 koloni. Pada pertumbuhan koloni bakteri staphylococcus aureus pada nutrient agar dengan pengenceran 10-4, 10-5, dan 10-6 adalah 635 koloni, 536 koloni, dan 332 koloni, Kesimpulan diperoleh bahwa media tepung biji nangka dapat digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Media tepung biji nangka berat 3 gram yang  paling baik sebagai media pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus tetapi tidak setara dengan kontrol positif. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adelberg, Jawetz, M., & Melnick, J. L. (2008). Mikrobiologi Kedokteran. Edisi 20. Jakarta. EGC. Hal 627.

Juariah, S. (2021). Media Alternatif Pertumbuhan Staphylococcus Aureus Dari Biji Durian (Durio Zibethinus murr). Meditory : The Journal of Medical Laboratory, 9(1), 19–25. https://doi.org/10.33992/m.v9i1.140.

Kusumawati, D. D., Amanto, B. S., & Muhammad, D. R. A. (2012). Pengaruh perlakuan pendahuluan dan suhu pengeringan terhadap sifat fisik, kimia, dan sensori tepung biji nangka (Artocarpus heterophyllus). Jurnal Teknosains Pangan, 1(1), Oktober 2012. Hal 41- 48.

Lestari, D. P. Y. (2016). Pertumbuhan Bakteri Bacillus subtilis Pada Media Biji Nangka Dan Biji Kluwih Sebagai Substitusi Media NA (Nutrient Agar). Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hal 10.

Purwati, S. (2016). Pemanfaatan Sumber Karbohidrat Yang Berbeda (Umbi Suweg, Umbi Talas, Dan Umbi Kimpul) Sebagai Substitusi Media Na (Nutrient Agar) Untuk Pertumbuhan Bakteri. [SKRIPSI]. Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Surahmiana, Isworo, J. T., & Dewi,

S. S. (2018). Pemanfaatan Tepung Biji Nangka Sebagai Media Pertumbuhan Jamur Saccharomyces cerevisiae danAspergillus sp. Universitas Muhammadiyah Semarang. Hal 6–

http://repository.unimus.ac.id/3057/.

Downloads

Published

2023-07-01